Jumat, 30 November 2012

Resensi Perahu Kertas



Resensi Film
Judul                   : Perahu Kertas
Sutradara            : Hanung Bramantyo
Rumah Produksi  : Starvision, Mizan Production, Dapur Film
Genre                  : Pop
Foto                    

Synopsis          :
Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan dua anak manusia, yaitu Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung. Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dongeng, kuliah di Fakultas Sastra. Ia punya kebiasaaan unik, yaitu suka membuat perahu kertas yang kemudian dilarungkannya di sungai.
Keenan, pelukis muda berbakat, dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni, yakni Eko (Fauzan Smith), yang juga adalah sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak. Dari yang semula saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam-diam saling jatuh cinta. Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Tak hanya itu, persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy, demi menjaga hatinya, tak datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda.
Keenan akhirnya pergi ke rumah Pak Wayan (Tyo Pakusadewo), seorang pelukis teman lama Lena, sekaligus mentor Keenan melukis. Dalam suasana hati yang gundah, kreatifitas melukis Keenan buntu. Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan. Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi (Reza Rahadian) menjadi pembeli pertama. Ingin cepat meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya, Kugy berjuang untuk lulus cepat.
Begitu lulus sidang, kakak Kugy yang bernama Karel (Ben Kasyafani) membantu agar Kugy magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik temannya, yaitu Remi. Prestasi kerja Kugy cemerlang, dan menarik perhatian Remi.

Menurut saya sebuah kisah remaja yang cerdas. Memang, tak mungkin seorang Dewi Lestari membuat naskah novel dan script film asal-asalan. Apa bedanya dengan sinetron remaja yang nggak jelas yang hanya menjual kisah cinta dan cinta saja. Ada cinta, ada cita-cita, ada juga saling memaafkan, inilah pesan moral yang disampaikan film ini pada penonton, khususnya remaja.


Kritik dan saran :
film bisa lebih bagus karna dukungan audio visual, cinematografi, dan lain-lain biar part 2 nya penonton bisa lebih antusias lagi.


Sumber :





Selasa, 30 Oktober 2012

Perjalanan...

Tepatnya setahun yang lalu, saya bersama teman - teman saya merencanakan acara rihlah atau jalan - jalan menuju Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Acara ini dilaksanakan dalam rangka program kerja atau agenda tahunan kami, ya sekedar merefresh dari sgala hal yang menyibukkan dikampus karena tugas - tugas yang tidak sedikit.
Perjalanan ke sana tidaklah mudah, untuk mencapai kesana saya bersama teman - teman harus naik angkutan umum. Kami berangkat dari depok karena sebelumnya kita berkumpul terlebih dahulu dikampus Depok, setelah semuanya lengkap kamipun naik kereta dari stasiun pondok cina menuju Bogor. Sesampainya di Bogor kamipun harus menyewa angkutan umum supaya diantara kita tidak memisah dan harus tunggu-tungguan karena akan sangat membuang-buang waktu. Ternyata ketika sudah dekat dengan tempat wisata tersebut angutan umum tidak boleh masuk ke daerah itu dan akhirnya kamipun harus berjalan ke sana dengan menempuh jarak sekitar kurang lebih 100 meter untuk sampai di Kawasan Taman Nasional Gunung Salak. Alhasil setelah lelah berjalan cukup lama kamipun tiba di tempat itu dan sungguh betapa menakjubkan kuasa Tuhan yang sungguh indah untuk dilihat dan dinikmati.


Untuk masuk ketempat wisata ini kami harus membayar retribusi setiap orang sebesar 7500 rupiah. setelah membayar kami dapat memasuki kawasan tersebut dimana banyak pepohonan tingi menjulang ke langit yang begitu teduh. 

 


Sebetulnya, di kawasan ini ada 3 buah curug (air terjun) dari mulai yang paling tinggi, yaitu Curug Kawung, kemudian di bawahnya Curug Daun dan Curug Nangka itu sendiri yang letaknya paling bawah.



Untuk mencapai lokasi Curug Kawung dan Curug Daun, Anda harus melalui jalan setapak dengan kondisi jalan yang naik turun di pinggir aliran sungai. Curug Kawung adalah curuh yang paling tinggi yaitu sekitar 25 meter dan letaknya dikelilingi bukit.  Disepanjang jalan, banyak ditemui monyet-monyet ekor panjang  dari jenis Macaca fascicularisDipastikan akan menyemarakan langkah perjalanan  langkah kita menuju puncak Curug yang paling atas. Kita harus berhati-hati mengeluarkan makanan, karena disekitar curug banyak terdapat segerombolan monyet yang akan langsung merampas makanan yang dilihatnya ketika sipemilik makanan itu lengah.

Setelah puas berfoto-foto di curug Daun, kami melanjutkan perjalanan lagi dengan melewati jalan berbatu dan jalan setapak. Dan diakhir perjalanan kami pun tiba di curug yang paling tinggi dikawasan itu yaitu curug Kawung. Curug yang berada diantara tebing-tebing hijau. Di curug Daun pun terlihat hanya satu sisi aliran air. Air jatuh lurus dan membentuk suatu wadah alami yang menjadi tempat untuk berendam para pengunjung. Air di curug tidak terlalu dingin, mungkin karena faktor musim panas.


Di curug Nangka juga bisa dijadikan sebagai tempat camping yang asyik. Dengan lokasi yang tidak jauh dari Ibukota Jakarta dan dengan hawa yang masih asri, kami lihat ada beberapa tenda yang terpasang.



Sore hari, setelah selesai melaksanakan sholat ashar, kami hendak pulang. Namun hujan  tiba-tiba turun. Mengingat bahwa kota Bogor adalah kota hujan, maka sudah tidak aneh jika tiap sore hujan turun. Namun setelah agak lama menunggu, sepertinya belum ada tanda-tanda bahwa hujan akan reda. Maka kami memutuskan menerobas hujan dengan menggunakan payung.

Hujan tidak membuat keakraban kami berkurang, sepanjang perjalanan kami banyak bercerita. Sepanjang jalan kenangan.

Kurang lebih tiga puluh menit, kami tiba ditempat awal kami turun angkot. Kami langsung mencari tempat berteduh sambil menunggu angkot yang akan membawa kami kembali ke BTM. Selang beberapa lama, angkot datang. Perjalanan kami hari ini cukup melelahkan juga menyenangkan. Berganti angkot di BTM menuju ke stasiun Bogor, kami kembali naik angkot 02.

Untuk kenyamanan, kami kembali memilih kereta ekonomi karena harganya yang murah. Ramainya penumpang kereta dari stasiun Bogor membuat kami berdesak-desakan masuk ke dalam kereta.


Senin, 29 Oktober 2012

CINTA . . .

Layaknya bunga, kau mekar dengan sempurna
sehingga banyak yang ingin memetikmu
Dan akulah salah satunya...

Hadirmu buatku bingung, cahayamu menggugah 
jiwaku setelah Allah dan Rasul-Nya dalam
hatiku...

Tak ada ragu dalam kecantikanmu, 
senyummu yang manis memberi arti dalam hidupku 
yang tak begitu manis...

Dirimu yang sangat indah tak berarti mudah
menggapaimu karena duniaku silau oleh mu...
Kala insan ini membutuhkanmu, dirimu menjadi 
harapan diriku... kau jauh dariku...

Ya... benar
Allah punya kisah lain dibalik setiap-setiap hamba-Nya...
Ya... benar
Robbul Maula kan turunkan wanita baik
untuk laki-laki baik pula...

Tak mengapa wahai Nissa kau kini,
dan akupun tak menggapai saat ini...
...

Namun...
Bila bukan suka
Mengapa mata ini selalu mencari kemana
bayanganmu pergi.?
Bila bukan cinta
Mengapa setengah hatiku 
menyimpan dirimu.?

Jumat, 28 September 2012

Kecewa.!!!

Setiap orang di dunia ini pasti pernah merasakannya
yaa.!!! This is real live.!!!
mungkin anda pun saat ini pernah atau sedang merasa kecewa
ketika apa yang anda inginkan tidak tercapai
ketika usaha yang sudah dilakukan dengan sungguh-sungguh namun hasilnya berantakan
ketika anda sedang berbahagia tapi tiba-tiba ada berita duka
ketika telah berbuat baik namun dibalas kejahatan
ketika anda telah berlatih sangat giat untuk berlomba tapi pada akhirnya dibatalkan
ketika berharap akan hal yang besar tetapi itu mustahil
ketika ingin menjadi teman setia namun tak didukung
dan segala ketika dan kemungkinan yang terjadi
pasti anda akan KECEWA.!!!

Namun, dibalik semua itu ada 'Tetapi'
yaitu
Tetapi, dibalik semua kekecewaan akan ada pelajaran yang bisa anda ambil hikmahnya
betapa menakjubkan, yang anda sendiripun takkan pernah tau apa yang terjadi.!!!

Bukankah dibalik setiap bukit akan ada pemandangan yang indah bukan...?

Allah SWT, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”

Senin, 06 Agustus 2012

Maaf,,

Ya Allah,,
tak pantas aku mengeluh
atas segala nikmat yang telah Engkau berikan untukku

Ya Allah,,
mengapa kau membiarkan ini terjadi
begitu sakit hati ini kurasa

Ya Allah,,
aku hanya manusia biasa 
yang tak pandai bersyukur atas nikmat-Mu

Ya Allah,,
maafkan diri yang hina ini
atas segala kesalahan yang kuperbuat

Ya Allah,,
aku hanya ingin mengadu
sakit, sakit dan sakit yang kurasa dihati ini
lapangkanlah hati ini ya Tuhan 
atas segala persembahan-Mu yang kau berikan untukku
supaya aku bisa menerima semua yang telah Kau takdirkan untukku

Aku mohon Ya Allah,,
dengan segenap kerendahan hatiku

" Sebaik - baiknya rencanaku,,
jauh lebih indah rencana-Mu untukku Tuhan
Terimakasih Ya Allah... "

Kamis, 02 Agustus 2012

Persembahan Untukmu...

Masih teringat jelas akan kenangan indah yang pernah kita lewati bersama
walau tidak lama,
namun itu akan membuat cerita kehidupan sepanjang masa...

Banyak kisah yang terlewati
yang seharusnya dapat kita rangkai sepanjang kehidupan
namun,,takdir berkata lain
kau pergi tanpa pamit kehadapan pencipta
meninggalkan luka yang teramat sangat mendalam
maninggalkan sejuta kerinduan
meninggalkan permata, intan dan mutiara kehidupan
yang akan menjadi bekalmu kelak diakhirat...

Kini aku hanya mampu berdiri diatas peristirahatanmu
melihat tanah kering nan tandus
dengan tanaman-tanaman kering berduri
atas namamu...

Apapun yang terjadi,,
kami akan selalu mengingatmu,
merindukanmu,
mencintaimu,
menyayangimu,
mendoakanmu...

Tuhan,,
berikan tempat terindah untuknya
sayangi Ia seperti Ia menyanyangiku sewaktu kecil :)

      

Teruntuk yang telah melahirkankanku... 
My love will never disappear until whenever for you :*


Jumat, 29 Juni 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi


Pengertian Budaya Organisasi

Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang.

Pengertian di atas menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang. Berikut adalah beberapa pengertian dari budaya organisasi:

•Budaya organisasi mengacu pada hubungan yang unik dari norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan dan cara berperilaku yang menjadi ciri bagaimana kelompok dan individu dalam menyelesaikan sesuatu.
•Budaya merupakan sistem aturan informal yang menjelaskan bagaimana seseorang berperilaku dalam sebagian besar waktunya.
•Budaya Organisasi adalah sebuah pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan dalam  berperilaku dalam organisasi. Dimana akan diturunkan kepada anggota baru sebagai cara bagaimana melihat, berpikir, dan merasa dalam organisasi.
•Budaya adalah keyakinan, sikap dan nilai-nilai yang dipegang dan ada dalam sebuah organisasi.

Budaya itu sulit untuk didefinisikan karena memiliki struktur yang multidimensi dengan komponen yang berbeda pada setiap tingkat. Budaya juga bersifat dinamis dan selalu berubah dan menjadi relatif stabil pada jangka waktu yang singkat. Perlu waktu dalam merubah suatu budaya terutama dalam budaya organisasi.

Budaya merupakan alat perekat sosial dan menghasilkan kedekatan, sehingga dapat memperkecil diferensiasi dalam sebuah organisasi. Budaya organisasi juga memberikan makna bersama sebagai dasar dalam berkomunikasi dan memberikan rasa saling pengertian. Jika fungsi budaya ini tidak dilakukan dengan baik, maka budaya secara signifikan dapat mengurangi efisiensi organisasi.

Budaya organisasi memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :


1)Menentukan hal penting yang mendasari organisasi, standar keberhasilan dan kegagalan harus bisa diukur.
2)Menjelaskan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3)Menciptakan apa organisasi dan anggotanya dapat mengharap satu sama lain.
4)Membuat beberapa metode pengontrolan perilaku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tidak absah yaitu menentukan dimana kekuasaan terletak dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.
5)Menseleksi perilaku yang memungkinkan anggota terlibat atau tidak dan menentukan ganjaran dan   hukuman.
6)Menentukan suatu tatanan bagaimana anggota harus menciptakan kebersamaan antar anggota atau dengan orang di luar organisasi secara kompetitif, dan bekerja sama secara jujur, secara renggang atau secara bermusuhan.
7)Membangun anggotanya berhubungan dengan lingkungan luar secara agresif, eksplosif, bertanggungjawab dan proaktif.

Sedangkan Robins (1990 : 253) mencatat empat fungsi budaya organisasi, yaitu :
1) Membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya
2) Meningkatkan komitmen bersama
3) Menciptakan stabilitas system social
4) Mekanisme pengendalian yang memadu dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.

Pengaruh teknologi terhadap kreativitas individu dan team

Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).
Dalam hal ini teknologi sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dengan itu setiap individu dapat dengan mudah menyampaikan atau memberikan kerativitas yang diamiliki untuk dipergunakan dalam membantu kinerja dia atau pun perusahaan tampat ia bekerja.
Dan juga dapat membantu setiap tim dalam mengumpulkan semua kreativitas dari anggota team dengan memanfaatkan teknologi yang ada , dan dengan teknologi yang ada team dapat dengan mudah memilih dengan baik kreativitas yang baik dan sesuai dengan team tersebut.


Sumber: 
http://id.shvoong.com/society-and-news/2172571-fungsi-budaya-organisasi/#ixzz1zAAtTcAN


Selasa, 05 Juni 2012

Kelompok Dalam Organisasi

Kelompok Dalam organisasi
A. Definisi Kelompok
Kelompok itu adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaanya dan saling berinteraksi dan memiliki tujuan yang sama. Maka dari semua itu menimbulkan kelompok-kelompok sosial/social group, sehingga untuk terbentuknya suatu kelompok tersebut diperlukannya beberapa persyaratan, yaitu:

  • Adanya kesadaran sebagai dari suatu kelompok.
  • Memiliki suatu struktur,kaidah serta pola perilaku yang sama.
  • Mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan di antara anggotanya.
  • Mempunyai kepentingan bersama.
  • Adanya interaksi dan komunikasi diantara anggotanya.


B. Jenis Kelompok
  • Kelompok formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan dan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi.
Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART

  • Kelompok informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang. Keanggotaan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaanya biasanya ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok. Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati.
Contoh dari kelompok ini adalah kelompok arisan.

C. Pengalaman
Saya memiliki pengalaman berorganisasi pada saat waktu bersekolah di tingkat menengah atas. Pada saat itu saya bergabung dalam organisasi kerohanian islam (ROHIS SMAN 109 JAKARTA) dan memeiliki jabatan sebagai bendahara, dimana didalam organisasi tersebut memiliki struktur dan aturan yang menyangkut setiap anggotanya.
Setiap anggota yang bergabung memiliki kesadaran akan peran dan aturan yang ada di dalam organisasi tersebut. Organisasi kerohanian Islam ini memiliki struktur dari ketua yang memiliki fungsi yang sangat besar hingga anggota biasa yang tergabung di dalamnya.
Pada setiap perayaan hari besar islam, organisai kami selalu mengadakan kegiatan berdasarkan momentum tersebut. Contohnya, Maulid Nabi Muhammad saw dan peryaan Isra’ Mi’raj.

D. Hambatan
Dalam berorganisasi banyak sekali hambatan yang melemahkan dan menguatkan organisasi kami. Tapi dengan adanya rasa sadar pada setiap anggota membuat semua hambatan kami lewati dengan mudah.
Hambatan yang dapat melemahkan dapat berupa rasa malas pada diri setiap anggota organisasi. Hal ini juga terjadi pada saya dan dapat mengakibatkan kurang kondusifnya dalam melaksanakan setiap program kerja yang ada sehingga tujuan dari organisasi menjadi kabur dari target yang telah di tetapkan.
Hambatan yang dapat menguatkan organisasi kami adalah identitas yang dimiliki seluruh anggota organisasi sehingga membuat kami benar-benar terjun dalam dunia yang lebih luas. Seperti saya yang menganggarkan dana dalam setiap acara yang akan dibuat membuat saya semakin mampu untuk melakukan manajemen dana yang tersedia agar dana tersebut dapat digunakan oleh setiap bagian yang memerlukan dana.

E. Solusi
Solusi yang ada dalam setiap hambatan adalah pemberian motivasi yang dilakukan secara internal dan eksternal oleh organisai.  Seseorang yang dikatakan sebagai leader dalam suatu organisasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan semangat jiwa setiap anggota organisasi.
Hal ini dapat di contohkan, bahwa seorang ketua ROHIS kami dapat memotivasi dan membangun semangat anggota-anggotanya, hal ini terbukti bahwa rekan kami menjadi juara di ajang perlombaan marawis dan nasyid.
Secara eksternal motivasi ini telah ada pada program kerja yang telah dibuat yaitu dengan mengadakan training motivasi yang dihadiri oleh trainer yang memiliki kualitas.

F. Pemecahan
Dalam berorganisasi, perlu disadari peran dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap anggota.  Hubungan dalam setiap anggota menciptakan komunikasi yang baik, sehingga setiap anggota dapat memahami aturan yang berlaku dan sanksi yang akan didapat bila terbukti melanggar aturan tersebut. Hal ini dilakukan agar tujuan atau kepentingan bersama dapat dicapai dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan.


Jumat, 04 Mei 2012

Teori Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan adalah proses pemilihan alternatif solusi untuk suatu masalah. Dalam pengambilan keputusan, masalah adalah suatu kondisi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah :

- Keputusan terprogram : keputusan yg berulang-ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terprogram terjadi dan dilakukan terutama pd manajemen tkt bawah. Contoh : keputusan

- Keputusan tidak terprogram : keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terprogram tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak terprogram. Contoh : Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terprogram yg jarang terjadi.


Sumber :
http://www.anneahira.com/pengambilan-keputusan.htm
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=keputusan%20terprogram&source=web&cd=2&sqi=2&ved=0CHAQFjAB&url=http://staffsite.gunadarma.ac.id/d_ikasari/index.php%3Fstateid%3Ddownload%26id%3D10105%26part%3Dfiles&ei=cuOjT-2kJYXtrAfzroCNBg&usg=AFQjCNHHLHuiMdKYCcVxVUrr1dz_wl8h_Q

Selasa, 24 April 2012

PERULANGAN PADA LINUX WITH C

PERULANGAN DALAM BAHASA C

Perintah perulangan dalam Bahasa C ada tiga macam:

1. for
Untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlahnya

2. while
Untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui jumlahnya. Pengecekan kondisi akan dilakukan terlebih dahulu. Jika kondisi masih bernilai true, maka looping akan terus berlanjut.

3. do while
Untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui jumlahnya. Instruksi akan dijalankan lebih dahulu, kemudian dilakukan pengecekan kondisi apabila masih bernilai true maka looping akan terus berlanjut.


Bentuk Umumnya :

1. for
Syntax untuk menuliskan perintah for adalah sebagai berikut:

for(inisialisasi nilai; syarat pengulangan; perubahan nilai)
{ statement-yang-akan-diulang;}


2. while
Syntax penulisan while sebagai berikut:

while(syarat-pengulangan)
{ statement-yang-akan-diulang; }


3. do...while
Syntax penulisannya sebagai berikut:

do{ statement-yang-akan-diulang;
}while(syarat-pengulangan);



Contoh Program Sederhana Perulangan :

#include
main()
{
int i;
for(i=0; i<3;>
{
printf("YOU ARE BEAUTIFUL.!!\n");
}
return 0;
}


sumber : http://myth90.blogspot.com/2010/04/perulangan-dalam-bahasa-c.html

Berbahagialah...

Jangan biarkan kesedihan atas kesalahan dan kegagalan di masa lalu Anda, melemahkan semangat hidup Anda hari ini. MASA LALU TIDAK menjadi penentu masa depan.
Bersedia diri untuk tidak mengulangi hubungan kemarahan destruktif, keputusan ceroboh, dan berbicara yang tidak berhati-hati ...
Masukkan waktu baru, jiwa yang baru. Engkau jiwa yang baik yang memiliki hak untuk bahagia.


Orang-orang yang menyesal, sakit hati, atau disiksa tetapi segera bekerja keras setelah shalat, lebih mudah untuk mencapai perdamaian, bukan orang yang hanya mencair di ratapan dan keluhan tapi tidak melakukan apapun untuk mencegah masalah yang sama.

Ingat, semua penderitaan adalah pemberitahuan untuk memperkuat diri mereka sendiri, seperti semua menyenangkan adalah pemberitahuan untuk berhati-hati.


Berikan semua yang berada di luar kemampuan Anda kepada Tuhan, yang ada hanyalah waktu terbaik dan pemecahan masalah.
Jaga jiwa yang baik.
Ingat, kebaikan adalah jalan kebahagiaan ....
Seiring dengan melakukan yang baik, membuka pintu di langit yang dituangkan berkat-berkat dari surga untuk orang-orang yang berbuat baik.
hadiah pertama untuk orang-orang yang berbuat baik adalah kebahagiaan.. :)

Lirik Lagu Bunda...



Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Back to reff

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku...

Kamis, 29 Maret 2012

Perbedaan Kekuasaan dan Wewenang

1. KEKUASAAN Kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak atau seseorang yang digunakan untuk mempengaruhi seseorang atau pihak lain, untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan, kekuasaan adalah kemampuan untuk, dalam suatu hubungan sosial, melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. kekuasaan dibagi menjadi 2 bentuk yaitu : 1. kekuasaan pribadi 2. kekuasaan posisi

2. WEWENANG Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu yang telah ditentukan oleh yang memerintah. Kewenangan berhubungan dengan kekuasaan. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang.

3. PERBEDAAN KEKUASAAN DAN WEWENANG Kekuasaan tidak membutuhkan pernyataan yang sah sedangkan wewenang membutuhkan pernyataan yang sah. Kekuasaan mempunyai kedudukan yang tertinggi, misalnya direktur utama yang memerintah para staf, sedangkan wewenang hanya memilki hak untuk memerintahan kepada bawahan setelah mendapatkan perintah dari atasan.

Peranan Staff Dalam Organisasi

• PENGERTIAN STAFF sekelompok orang yg bekerja sama membantu seorang ketua dl mengelola sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.

• MACAM-MACAM STAFF Pada dasarnya staf dapat dibedakan menjadi dua macam : STAF PENASIHAT Dibentuk untuk memberikan saran, bantuan, dan jasa kepada seorang manajer. Staf penasihat juga memberikan saran-saran kepada pimpinan terhadap semua bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawab pimpinan. Apabila diperlukan Manajer dapat menunjuk atau mengangkat staf penasihat dalam bidang perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Agar saran-saran yang diberikan kepada pimpinan merupakan saran yang sudah matang, obyektif dan telah diuji serta diteliti kebenarannya, maka saran-saran itu harus digarap melalui suatu proses.
Proses pemberian saran tersebut melalui kegiatan sebagai berikut :
1. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian atau riset.
2. Mengadakan analisis fakta-fakta, informasi-informasi yang diterima.
3. Mengadakan evaluasi atau penilaian.
4. Membuat berbagai alternatif atau kemungkinan.
5. Mengadakan pemilihan dari berbagai kemungkinan yang dianggap paling baik.
6. Membuat kesimpulan.
7. Merumuskan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan dalam suatu bentuk tertentu sehingga mudah dan cepat dipahami oleh pimpinan.

STAF PELAYANAN ( Staf Specialis ) Yaitu membantu pimpinan dalam melancarkan tugas-tugas organisasi, dalam memberikan pelayanan untuk seluruh lini dan unsur organisasi. Fungsi utama staf pelayanan adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dalam bentuk kegiatan-kegiatan operasional, bukan memberikan saran atau pertimbangan

• TUGAS STAFF Tugas-tugas yang dapat diberikan kapada staf antara lain adalah sebagai berikut :
a) Mengumpulkan data
b) Mengintorarasikan data
c) Mengusulkan alternatif tindakan
d) Mendiskusikan rencana-rencana yang sedang dipikirkan dengan berbagai hak dan memperoleh kesepakatan mereka atau memperoleh alasan mengapa rencana tersebut ditolak.
e) Mempersiapkan instruksi-instruksi tertulis dan dokumon-dokumen lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang merupakan realisasi daripada rencana yang telah ditetapkan.
f) Mengamati kegiatan-kegiatan oporasional dan kondisi kondisi yang dihadapi untuk rnengadakan apakah struksi-instruksi telah dijalankan dengan baik dan apakah instruksi tersebut menghambat atau mempelancar proses pencapaian tujuan.
g) Mengusahakan pertukaran informasi antara para petugas-petugas oporasional mongenai pelaksanaan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan koordinasi.
h) Meberikan informasi dna nasehat kepada petugas-petugas oeorasional mengenai pelaksanaan tugas–tugas yang telah didelegasikan kepada mereka.

Referensi : http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4333/1.3.htm http://www.anneahira.com/tugas-staff-administrasi.htm tanggal 29 Maret 2012

Senin, 14 November 2011

MAKALAH ORGANISASI SOSIAL

ORGANISASI SOSIAL

A. LATAR BELAKANG
Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, namun dalam kehidupannya harus berkelompok dan bermasyarakat. Manusia tidak dapat berdiri sendiri, namun bergantung kepada orang lain. Manusia tanpa manusia lainnya tidak akan bisa bertahan hidup. Dalam kehidupannya dengan manusia lain manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan orang lain, karena manusia mempunyai naluri untuk selalu hidup dengan orang lain. Dengan demikian manusia itu merupakan bagian dari suatu organisasi sosial, karena hampir seluruh kegiatan yang dilakukan oleh manusia berkaitan dengan oranglain. Tentunya manusia memiliki tujuan dalam hidupnya. Untuk memenuhi tujuan itu, manusia melakukan berbagai macam cara. Salah satunya adalah membentuk organisasi-organisasi. Di sekitar kita terdapat banyak sekali organisasi, baik itu organisasi resmi maupun organisasi sosial. Berbagai macam organisasi itu dibentuk tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Keberadaan organisasi sosial tidak lepas dari adanya nilai dan norma dalam masyarakat. Di mana nilai merupakan sesuatu yang baik, dicita- citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karenanya, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang tegas yang disebut norma sosial. Nilai dan norma inilah yang membatasi setiap perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk.
Sekumpulan nilai dan norma yang telah mengalami proses menghasilkan lembaga sosial. Organisasi sosial manusia mewujudkan diri dalam bentuk kelompok sosial. Dalam hubungan antar manusia dengan manusia lain yang terpenting adalah reaksi yang timbul akibat hubungan-hubungan timbal balik antara sesama manusia. Reaksi tersebut menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas wawasannya. Manusia sejak dilahirkan sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya yaitu masyarakat, dan keinginan untuk menyatu dengan alam yang ada disekelilingnya.untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia menggunakan akal, pikiran dan perasaannya. Organisasi sosial atau social organization di dalam kehidupan manusiaini, merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.
Organisasi sosial adalah dimana terdapat suatu struktur organisasi dan suatu factor, dimana dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Factor-faktor itu terdiri dari anggota yang memiliki nasib yang sama, kepentingan yang sama, ideology yang sama, dan politik yang sama. Hal ini merupakan ikatan yang bersifat poko untuk jangka waktu tertentu. Diperlukan beberapa persyaratan tertentu, antara lain yaitu adanya kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwadia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan, adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satudengan anggota yang lain, adanya faktor yang dimilikibersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, yang dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yangsama, tujuan yang sama, ideologi yang sama, berstruktur,berkaidah dan mempunyai pola perilaku, bersistem dan berproses.

B. PERMASALAHAN
Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan organisasi sosial?
2. Apa saja ciri-ciri organisasi sosial?
3. Apa saja dinamika kelompok dan organisasi sosial?

C. LANDASAN TEORI
Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah yang berhubugnan dengan seperangkat aturan atau norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan atau norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang digunakan, yaitu social institution dan lembaga kemasyarakatan. Hanya saja ada perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah social institution pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya. Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum sosiologi yang berlaku saat ini. Pada awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan , kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai Pranata sosial. Organisasi sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yangg tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan istilah asing social institution. Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas- aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut. Namun, pembahasan ini tidak mem- persoalkan makna dan arti istilah-istilah tersebut. Dalam hal ini lebih mengarah pada lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk sekaligus juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma-norma dalam lembaga tersebut. Menurut Robert Mac Iver dan Charles H. Page, mengartikan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat. Sedangkan Leopold von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga dari sudut fungsinya. Menurut mereka, lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai suatu jaringan dari proses- proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola- polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan sekelompoknya. Selain itu, seorang sosiolog yang bernama Summer melihat lembaga kemasyarakatan dari sudut kebudayaan. Summer meng- artikan lembaga kemasyarakatan sebagai perbuatan, cita-cita, dan sikap perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, keberadaan lembaga sosial mempunyai fungsi bagi kehidupan sosial. Fungsi-fungsi tersebut antara lain memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan, dan memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya. Dengan demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara dan prosedur yang dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, lembaga sosial terdapat dalam setiap masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup.

D. PEMBAHASAN MASALAH
Pengertian organisasi sosial Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Pengertian organisasi sosial menurut Amitai Etzioni organisasi adalah unit sosial (pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali dengan penuh pertimbangan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Etzioni menjelaskan umumnya organisasi ditandai ciri sebagai berikut : pembagian kerja, kekuasaan, dan tanggung jawab komunikasi; ada satu atau beberapa pusat kekuasaan yang berfungsi mengawasi usaha-usaha organisasi serta mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuan; ada pergantian tenaga bila ada individu yang tak mampu menjalankan tugas-tugas organisasi.
Pengertian lainnya : Organisasi adalah suatu sistem sosial yang bersifat langgeng, formal, memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggotanya terinci, dan mempunyai sifat hirarkis. Gagasan penting kedua dalam organisasi adalah adanya tujuan atau maksud melakukan koordinasi. Selanjutnya, proses pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif bila dilakukan terpadu atau terintegrasi yang dilaksanakan oleh anggota-anggotanya.
Sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya adalah:
1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama. Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi. Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarkan kriteria-kriteria organisasi tertentu.

Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:
1. Organisasi berorientasi pada pelayanan, yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
2. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi, yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
3. Organisasi yang berorientasi pada aspek religius
4. Organisasi-organisasi perlindungan
5. Organisasi-organisasi pemerintah
6. Organisasi-organisasi sosial
7. Organisasi-organisasi politik.
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel.

Contoh organisasi formal adalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas. Organisasi informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi.

Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
• Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi yimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
• Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya. Proses pembentukan Kelompok dan Organisasi Sosial Pada dasarnya, pembentukan kelompok dan organisasi sosial dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya.

Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
1. Persepsi: Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya.
2. Motivasi: Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.
3. Tujuan: Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu.
4. Organisasi: Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif.
5. Independensi: Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok.
6. Interaksi: Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut Dinamika Kelompok dan Organisasi Sosial.
a. dinamika kelompok: dinamika kelompok dengan pendekatan sosiologis dapat diamati dari unsur-unsur pokok sistem sosial sebagai alat analisis dinamika kelompok yaitu : • Tujuan : segala sesuatu yang ingin dicapai oleh kelompok • Keyakinan : aspek pengetahuan/kognitif yang dianggap benar • Norma : perilaku standar yang dapat diterima • Sanksi : sistem penghargaan dan hukuman terhadap perilaku anggota kelompok • Peranan kedudukan : hirarki hak dan kewajiban • Kewenangan ambil keputusan dan mengontrol orang lain • Jenjang sosial • Fasilitas yang menyangkut alat untuk mencapai tujuan kelompok
b. dinamika organisasi sosial Pencermatan dinamika organisasi dapat dilihat dari : - sistem organisasi : tujuan, struktur, lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya - struktur organisasi : kewenangan, komunikasi, tugas; - proses organisasi : hubungan antar peranan, pengendalian, koordinasi, sosialisasi, dan supervisi.

E. PENUTUPAN
Kesimpulan : Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Saran : Dalam membentuk organisasi sosial, sebaiknya harus benar-benar memikirkan tujuan yang ingin dicapai. Apa itu benar-benar bermanfaat besar bagi para anggota pada khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya. Sehingga organisasi sosial tersebut bisa sangat berguna bagi masyarakat sosial. Dengan selesainya makalah ini diharapkan dapat menjadi suatu sumber informasi dan kajian khususnya dalam masalah organisasi sosial dan kehidupan masyarakat.

Selasa, 18 Oktober 2011

Jejak Kehidupan...




Ku tak tau harus kemana lagi ku melangkah
Dalam langkah tertatih..

Tak ada seorang yang menuntunku
Tak ada seorang yang mengikuti
Tak ada orang yang berjalan disampingku
Tetapi,,
Hidup ini harus tetap berjalan
Mengantarkanku hingga bertemu Kekasihku ialah Tuhanku
Mengantarkankanku bertemu Ibu-ku tercinta yang telah pergi mendahuhuluiku

Janganlah bersedih
Tegarkan hatimu
Allah selalu menjagamu...

TERUSLAH MELANGKAH
DAN TEMUI JIWA - JIWA BARU NAN HEBAT..

SEMANGAATT ^_^

Rabu, 25 Mei 2011

KESERASIAN...

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan,ukuran dan seimbang.

Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar akan membuat orang puas karenanya. Atau orang yang berkulit hitam kurang pantas bila memakau baju warna hijau, karena warna itu justru menggelapkan kulitnya.

Pertentangan pun menghasilkan keserasian. Misalnya dalam duma musik, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut. Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity).
keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetry), keseimbangan (balance), dan keterbalikan (contrast). Selanjutnua dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.

Tetapi ada pula yangberpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi dalarn suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengarnat.

Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauti is unity of formal relations among our sence-perception).

Pendapat lain menganggap pengaiaman estetik suatu keselaras dinarnik dari perenungan yang menyenangkan. Dalarn keselarasan itu seseorang memiliki perasaan-perasaan seimbang dan tenang, mencapai cita rasa akan sesuatu yang terakhirdan rasa hidup sesaat di tempat-ternpat kesempumaan yang dengan senang hati ingin diperpanjangnya,


sumber:http://skyrider27.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-keindahan.html

Selasa, 24 Mei 2011

PEMUJAAN...

Pengertian Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.




Sebagai contoh dari bentuk pemujaan yang berupa ritual atau dengan kata lain berhubungan dengan suatu gerakan-gerakan dan ucapan khusus adalah cara bagai mana seseorang beribadah, misalnya bagi seorang muslim bentuk ritualnya adalah sholat, dan bagi seorang kristiani melaksanakan ritual pembaptisan.

SUMBER : http://cahaya-semesta.com/article/21196/tiga-tingkatan-cinta-ada-dimanakah-anda.html

RENUNGAN...


RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan. Teori metafisik dan teori psikologik.

(a). TEORI PENGUNGKAPAN

Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutarna bertalian dengan apa yang dialarni oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf ltalia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalarn bahasa Inggris "aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic". Beliau antara lain menyatakan bahwa "art is expression of impressions" (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sarna dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperole hmelalui penghayatan tentang hal-hal individuil yang menghasilkan garnbaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai garnbaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalarn dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalarn garnbaran angan-angan.
Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalarninya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak,garis, warna, suardan bentuk yang diungkapkan dalarn kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sarna.

(b). TEORI METAFISIK

Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dati Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). lni sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakancerminansemu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dad realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi, asli dan indah sempuma ciptaan Tuhan. Kemudian dalarn dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhimya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalarn sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan adalah suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dati negara Republik yang ideal menurut Plato.
Dalarn jarnan modem suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemaharnan terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara. Dunia obyektif sebagai ide hanyalah wujud luar dari keinginan itu. Selanjutnya ide-ide itu mempunyai perwujudan sebagai benda-benda khusus. Pengetahuan sehari-hari adalah pengetahuan praktis yang berhubungan dengan benda-benda itu. Tapi ada pengetahuarr yang lebih tinggi kedudukannya, yakni yang diperoleh bilamana pikiran diarahkan kepada ide-ide dan merenungkannya demi ide-ide itu sendiri. Dengan melalui perenungan semacam ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

(c). TEORI PSIKOLOGIS

Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori perrnainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam perrnainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan itu berperanan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan. Seseorang yang semakin meningkat taraf kehidupannya tidak memakai habis energinya untuk keperluan sehari-hari, kelebihan Tenaga itu lalu menciptakan kebutuhan dan kesempatan untuk melakukan rangkaian permainan Yang imaginatif dan kegiatan yang akhimya menghasilkan karyaseni. Teori permainan tentang seni tidak sepenuhnya diterima oleh para ahli estetik. Kebel'3tan pokok yang dapat diajukan ialah bahwapermainan merupakan suatu kreasi, padahal seni adalahkegiatan yang seriusdan pada dasamya kreatif.
Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. Simbol atau tanda yang menyerupai atau mirip dengan benda yang dilambangkan disebut iconic sign (tanda serupa), misalnya tanda lalu lintas yang memperingatkan jalan yang berbelok-belok dengan semacam huruf Z adalah suatu tanda yang serupa atau mirip dengan keadaan jalan yang dilalui. Menurut teori penandaan itu karya seni adalah iconic signs dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dari perasaannya. Sebagai contoh sebuah lagu dengan irama naik turun dan alunan cepat lambat serta akhimya berhenti adalah simbol atau tanda dari kehidupan manusia dengan pelbagai perasaannya yang ada pasang atau surut serta tergesa-gesa atau santainya dan ada akhirnya.




http://skyrider27.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-keindahan.html

KEMESRAAN..

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

Di suatu tempat
Entah dimana, di dunia ini
Seseorang menunggumu, berdo'a
Seperti do'a yang biasa engkau ucapkan
sehabis sholat

Pada suatu saat, entah apabila, di dunia
Seseorang merindukanmu, berjaga-jaga
Seperti malam-malammu yang berlalu
sangat lambat

Seseorang menunggu, merindu, berjaga
dan berdo'a

Di suatu tempat, pada setiap
Seperti engkau, selalu...

(Ajip Rosidi)