Selasa, 29 Maret 2011

Kebudayaan Sebagai Pemersatu Bangsa


            Masyarakat Indonesia yang majemuk dan plural menjadikan Indonesia sangat kaya akan adat istiadat dan budaya. Dari beragam suku-suku di Indonesia, masing-masing memiliki kebudayaan yang menjadi pembeda dari suku-suku lainnya di dunia. Masing-masing suku memiliki pakaian, makanan, tata krama, aturan, adat istiadat dan bahasa yang berbeda. Karena itu semboyan bangsa ini yang berbunyi Bhinneka Tunggal Ika adalah benar adanya, dengan perbedaan yang beraneka ragam tetapi tetap berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia.

           Perbedaan yang sering kita jumpai di sekitar kita adalah penggunaan bahasa di kehidupan sehari-hari. Entah itu masyarakat perkotaan maupun pedesaan, penggunaan bahasa daerah masih banyak digunakan. Sebagai contohnya, di Jakarta yang merupakan sentra dari kegiatan ekonomi dan pemerintahan di Indonesia, banyak di jumpai orang-orang yang masih menggunakan bahasa daerah dalam kegiatan sehari-harinya. Itu semua dapat di maklumi karena banyak penduduk Jakarta yang merupakan perantau dari berbagai daerah di Indonesia. Suku Betawi, Jawa, Padang, Sunda, Ambon, Batak, dan suku-suku lainnya semua berbaur menjadi satu mengais rezeki di ibukota negara ini.

           Dalam hal ini untuk memperlihatkan identitas ke daerahannya, suku-suku tersebut berbicara dalam bahasa daerahnya masing-masing. Sebagai contohnya, bila kita pergi ke pasar tradisional, banyak sesama pedagang yang menggunakan bahasa Jawa maupun Padang untuk berkomunikasi. Lain lagi saat kita sedang menunggu bis di terminal, banyak para supir dan kernet yang menggunakan bahasa Batak dalam berkomunikasi. Itu semua menunjukkan bahwa ada rasa persamaan antara para perantau-perantau tersebut yang mengikat, dengan menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, membuat mereka merasa dekat dengan kampung halaman dan mempertahankan kedaerahannya.

           Tetapi hal tersebut tidak selamanya baik, bagi masyarakat yang telah lahir di kota besar yang tidak mengenal apa itu namanya bahasa daerah, membuat mereka kebingungan saat bepergian ke suatu daerah yang menggunakan bahasa daerah lain sebagai bahasa sehari-harinya. Sebagai contohnya, saat orang Padang pergi ke Jawa Timur maka orang Padang itu pasti tidak menggunakan bahasa Padangnya kepada orang Jawa Timur, tapi menggunakan bahasa Indonesia, karena pasti bisa ditebak orang Jawa tidak akan mengerti bahasa Padang, begitu juga kebalikkannya.

          Saat itulah bahasa Indonesia berfungsi secara utuh. Di antara banyak daerah dan pulau di Indonesia dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua hampir semuanya pasti mengenal bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia menjadi pemersatu antar suku, sehingga saat kita pergi ke pulau-pulau terpencil sekalipun tetapi masih di Indonesia, bisa di pastikan para penduduknya mengenal bahasa Indonesia.
Karena itu dengan lestarinya bahasa Indonesia kita dapat membuktikan pada dunia bahwa di antara banyaknya suku-suku dan keragaman budaya yang ada di negeri ini, bahasa Indonesia dapat eksis dan menjadi alat utama pemersatu bangsa. Sehingga kebanggaan akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia tidak akan pernah pudar.

           
           Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan selalu merujuk pada sederetan sistem pengetahuan yang dimiliki bersama, perangai - perangai, kebiasaan - kebiasaan, nilai - nilai, peraturan - peraturan, dan simbol - simbol yang berkaitan dengan tujuan seluruh anggota masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Dipandang dari wujudnya, menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki ide, bentuk dan perilaku. Sedangkan dikaji dari segi unsur, kebudayaan memiliki 7 9tujuh) unsur pokok yaitu sistim kepercayaan, bahasa, sistim ekonomi, sistim sosial, ilmu pengetahuan, teknologi dan sni. Secara sederhana bahwa kebudayaan adalah nilai - nilai dan gagasan vital yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
 
WAWASAN KEBANGSAAN
            Setiap orang tentu memiliki rasa kebangsaan dan memiliki wawasan kebangsaan dalam perasaan atau pikiran, paling tidak di dalam hati nuraninya. Dalam realitas, rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami. Namun ada getaran atau resonansi dan pikiran ketika rasa kebangsaan tersentuh. Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang dengan naluri kejuangannya masing - masing, tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dasyat luar biasa kekuatannya.
           Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini. Dinamisasi rasa kebangsaan ini dalam mencapai cita - cita bangsa berkembang menjadi wawsan kebangsaan, yakni pikiran - pikiran yang bersifat nasioanal dimana suatu bangsa memiliki cita - cita kehidupan dan tujuan nasional yang jelas. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu, timbul semangat kebangsaan atau semangat patriotisme.
Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai - nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiaanya.

Seni dan budaya sebagai media pemersatu bangsa
               Globalisasi telah menjadi kenyataan yang tak terelakan. Dalam konteks percaturan budaya global, kesadaran untuk mempertanyakan isentitas justru semakin besar. Inilah hal yang mengiringi wacana tentang identitas (budaya) dalam globalisasi ini.
               Dalam arus besar ini, kesenian lokal yang sekaligus sebagai corong penanaman nilai - nilai atau konsepsi - konsepsi sebagai satu unsur dalam kebudayaan lokal akan semakin tersisihkan. Apalagi yang terjadi pada generasi muda, kebudayaan barat akan semakin menindih kebudayaan lokal kita dalam diri mereka.
               Maka tidak heran jika sosok yang kita hadapi sehari - hari dilingkungan kita adlaha sosok yang tidak teridentifikasi sebagai anak bangsa ini ( gaya bicara, kosa kata: semisal, “bajingan” dalam satu syair lagu populer, sopan santun, keramh tamahan, pola pikir, cara berpakaian dan lain sebagainya).
              Hal yang harus dilakukan dalam menghadapi ini adalah menumbuhkan kesadaran, bahwa kekuatan lokal dapat sangat efektif untuk bekal memasuki global village (desa global) maupun global culture (budaya global). Kenyataan semacam itu hanya mungkin jika tumbuh kesadaran untuk terus - menerus membangun dialog, baik dalam skala personal maupun komunal, antara yang lokal dan yang global, antara yang traadisi dengan yang modern, dengan tendensi untuk saling melengkapi, dan saling memperkaya.

             Nilai - nilai atau konsepsi - konsepsi yang terhadirkan dalam setiap tampilan kesenian, akan memasuki relung - relung hati setiap manusia yang terlibat dalam peristiwa seni ini (baik itu pelaku maupun penontonnya). Melihat hal semacam inilah maka sudah sangat jelas bahwa kesenian merupakan satu media yang signifikan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan.
             Kemampuan dan kesadaran semacam itu hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki kapasitas knowledgeable artist, seorang seniman yang memiliki kemampuan dan pengetahuan luas. Seorang seniman yang terus memelihara daya kreasi dan semangat inovasi, serta membuka diri terhadap berbagai kemungkinan. Siapapun yang ingin memberikan kontribusi yang berarti bagi kesenian, bagi kehidupan, dan bagi kemanusiaan secara luas, tak ada pilihan lain kecuali menumbuhkan kesadaran bahwa pergaulan global adalah sebuah keniscayaan. Kemudian setelah itu harus memiliki komitmen dan integritas yang dapat dipertanggung jawabkan.

sumber : http://blog.beswandjarum.com/arifzainudin/2010/03/21/budaya-sebagai-pemersatu-bangsa/ & http://anugrahbumi.wordpress.com/2009/10/09/bahasa-indonesia-sebagai-pemersatu-bangsa/

Kamis, 24 Februari 2011

Hubungan Individu dan Masyarakat...

Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu.

Selanjutnya, perkembangan manusia sebagai makhuk individu yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.

Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:

Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Dalam pertumbuhkembangan suatu individu tak dapat terlepas dari peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.

Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.

Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.

Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya(2). Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan suatu keluarga yang harmonis oleh suatu individu dalam perkembangannya.

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :

Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Kemudian definisi dari kata keluarga itu sendiri adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu , memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Keluarga merupakan tempat pertama dalam pembentukan karakter dari perilaku suatu individu dalam perkembangannya sebagi makhluk social.

Selain keluarga, perilaku masyarakat disekitarnya pun turut berperan dalam menentukan pola perkembangan suatu individu. Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.

Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :

Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.

1. Masyarakat non industri

Terbagi menjadi dua kelompok :

a. Kelompok Primer

Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.

b. Kelompok sekunder

Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.

2. Masyarakat industri

Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

Contoh-contohnya : tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb.

Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.

Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

sumber : http://ervannur.wordpress.com/2010/10/16/hubungan-individu-keluarga-dan-masyarakat/

Jumat, 07 Januari 2011

Realita Anak Jalanan

Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan di jalanan baik untuk mencari uang dengan mengamen, menjual air mineral, ataupun hanya sekedar meminta-minta, namun sebagian besar dari mereka masih memiliki hubungan dengan keluarganya.
Anak jalanan dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari.
2. anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.
Kategori dari anak jalanan yang pertama adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan memiliki hubungan dengan orangtua atau keluarganya. Kategori dari anak jalanan yang kedua dapat diartikan anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.
Mungkin bila kita melihat orang jalanan atau pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak yang kotor, kumuh, malas, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga mungkin lebih baik dari pada kita di balik semua itu. Anak jalanan atau pengamen mempunyai suatu kelebihan yang tidak kita miliki dan patut diberikan acungan jempol. Apa sih kelebihannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan di jalanan hanya untuk satu tujuan yaitu mencari uang untuk hidup satu hari, untuk makan, untuk memenuhi kehidupannya tanpa memikirkan cara yang sulit atau apa tidak asalkan halal. Walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Lebih hebat manakah Kita atau anak jalanan?

Kegiatan sosial membantu korban bencana alam di Gunung Merapi, Jogja.


            Becana alam adalah suatu keadaan alam yang bersifat negatif, membuat makhluk yang hidup disekitarnya seperti manusia, hewan, tumbuhan mengalami kesusahan mencari bahan pangan untuk melanjutkan hidup. Bencana alam paling berat dirasakan oleh manusia, contohnya korban dari letusan Gunung Merapi, Jogja. Mereka yang sebagian pekerjaannya adalah sebagai petani salak mengalami kerugian yang sangat besar, selain kerugian harta mereka juga mengalami kerugian secara batin seperti, kehilangan dari salah seorang keluarga, kerabat, teman.
            Manusia sebagai makhluk sosial, harus dapat membantu saudara-saudaranya dalam menghadapi kesulitan. Membantu dengan cara mengadakan kegiatan sosial dalam mengumpulkan dana, bahan pangan, sandang, papan dan terutama yang dibutuhkan oleh para korban adalah dukungan moral agar mereka dapat bangkit dari keadaan mereka. Banyak dari para korban ini mengalami depresi sehingga harus ditangani lebih lanjut.
            Di Jogja yang dikatakan Kota Pendidikan selalu tenang, tak ada keributan tapi beberapa bulan lalu dilanda dengan bencana yang sangat dahsyat, sangat membuat pilu negeri ini. Belum begitu pulih akan gempa dahsyat beberapa tahun lalu Jogja harus mengalami hal pahit dengan kenaikan aktivitas dari Gunung Merapi yang sempat bererupsi dan membuat beberapa wilayah Jogja menjadi luluh lantak. Warga Jogja berhamburan kesana kemari, jarak aman ditingkatkan awalnya 10KM menjadi 15KM akibat erupsi gunung merapi.
            Warga jogja, mengungsi ke berbagai tempat ada yang di stadion UNY (Universitas Negeri Jogja) dengan jumlah pengungsi yang paling banyak. Seluruh warga mengalami kekurangan bahan pangan, banyak dari merekan mengeluhkan sanitasi air, tempat istirahat bagi balita,  dan juga pakaian yang harus diganti. Seluruh warga jogja ini sangat membutuhkan bantuan dan jalinan tangan serta kasih dari kita yang mampu.
            Seluruh warga Indonesia hampir seluruhnya berkontribusi untuk membantu warga jogja yang terkena bencana merapi baik berupa uang, pakaian, bahan makanan, ataupun moril. Banyak stasiun televisi, organisasi, sekolah, warga masyarakat mengumpulkan bantuan melalui iklan di televisi, dari rumah ke rumah, hingga di jalan-jalan. Walaupun setiap penyumbang pemberiannya tidak selelu besar tetapi yang diharapkan adalah kontribusi serta keikhlasan dalam menolong. Dengan semua kontribusi ini diharapkan warga jogja dapat terbantu seluruh bebannya. Serta kita yang menolong dapat mengerti arti dari tolong menolong antar makhluk ciptaan Tuhan.

Senin, 20 Desember 2010

Pertumbuhan Penduduk Dunia.


Pertumbuhan Penduduk Dunia
Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.

a. Indonesia dengan Negara ASEAN
  1. Jumlah penduduk : Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN
  2. Kepadatan penduduk : Indonesia berada pada urutan ke-5, yaitu 114 jiwa per km2, Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam memiliki kepadatan penduduk terendah
  3. Pada tahun 2005, laju perumbuhan penduduk Indonesia menempati urutan ke-6 (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun) Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9% per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per tahun
b. Indonesia dengan Negara-negara di Dunia
  1. Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215,27 ju ta jiwa), setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005.
  2. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2) dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Negara ASEAN Tahun 2005 

Sumber : Encarta Reference Library Premium 2006

Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Negara Dunia Tahun 2005 



Sumber : Encarta Reference Library Premium 2006
Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya.  
Pertumbuhan Penduduk Dunia dalam persen Tahun 2000

(Sumber: Encarta Referensi Library Premium 2006)
Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil.  


Sumber : http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=80&uniq=889


KEBUDAYAAN BARAT (AMERIKA SERIKAT)



Perkembangan Budaya Amerika Serikat — sejarah, hari-hari libur, olah raga, agama, kuliner, musik, tari, dan seni rupa — banyak dipengaruhi oleh budaya eropa, khususnya inggris, serta budaya indian sebagai masyarakat asli.

Negara Amerika Serikat pada awal-awal berdirinya memberlakukan kebijakan buka pintu bagi para imigran yang datang dari seluruh dunia. Para imigran yang datang ke Amerika, dan kemudian memilih untuk menetap dan menjadi warga Amerika, oleh pemerintah diminta untuk tidak meninggalkan kebudayaannya dan tetap mempraktekannya selama tinggal di Amerika. Hal tersebut membuat budaya Amerika Serikat menjadi multikultural. Berbagai macam budaya dunia bercampur, namun budaya country dan koboi umumnya menjadi salah satu lambang dan ciri khas yang terkenal tentang Amerika.

Masyarakat Amerika Serikat mengakui mereka tidak memiliki budaya khusus turun termurun, melainkan menganggap bahwa budaya mereka adalah budaya untuk "berusaha menjadi yang terbaik". Karena tidak ada faktor kasta, agama, dan budaya yang menghalangi hal ini, masyarakat di negara tersebut mempercayai, seseorang yang berusaha untuk menjadi yang terbaik, akan dapat menjadi yang terbaik.

Budaya Amerika Serikat telah berkembang ke seluruh dunia dalam berbagai bentuk adaptasi dan telah mempengaruhi seluruh dunia, khususnya dunia Barat. Musik di Amerika Serikat banyak didengarkan di seluruh dunia, dan tayangan film beserta televisi Amerika Serikat dapat dilihat di manapun. Kini sebagian besar kota di sana memiliki musik klasik dan rakyat; pusat penelitian dan museum, pertunjukan tari, musik dan drama; proyek seni terbuka dan arsitektur penting.

Amerika Serikat juga menjadi pusat pendidikan yang berkualitas tinggi. Negara tersebut memiliki lebih dari 1.500 universitas, kolese, dan berbagai institusi pendidikan, beberapa di antaranya terkenal di seluruh dunia. Di negara tersebut banyak terdapat tempat-tempat berjudi seperti di kota Las Vegas yang dikenal sebagai Sin City (Kota Penuh Dosa).


http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Amerika_Serikat

Sabtu, 04 Desember 2010

Aku Tak Bisa Jauh Darinya ^^

“Ayah, sudah makan belum?”
“belum,,,ayah lagi tidak sehat jadi malas makan”
“Makan Yah, nanti jadinya sakit”
“Iya, Ayah kok jadi sering sakit ya? Sepertinya Ayah sudah mulai tua”
“Memang rambut ayah sudah mulai memutih, tapi bagiku ayah tetap ganteng kok”
“Ya, rambut ayah sudah mulai tumbuh uban, tapi kenapa putri kecil ayah tetap saja masih kanak kanak?"
“Yah, Karena aku akan tetap menjadi putri kecil ayah selamanya, walaupun ayah sudah tak kuat menggendongku”
“Hmmmm, sepertinya ayah harus membiasakan diri untuk menganggapmu dewasa. Karena tak selamanya ayah bisa mendampingi ekspedisi kehidupanmu”
“Aku mau Ayah terus menemaniku melakukan perjalanan ini”

“Bukannya Ayah tidak mau, tapi akan tiba saatnya akan tergantikan. Tergantikan dengan seseorang yang akan menculikmu untuk menjadikanmu bagian dari hidupnya”
“Ayaaaaaaaaaaaah, jangan katakana itu. Karena kau takkan pernah tergantikan untukku”

“Jika ada seseorang yang akan menculikmu, maka selesailah tugas ayah. Saatnya ayah hanya menyerahkan tugas itu padanya. Ayah hanya memantau saja, memperhatikanmu dari kejauhan dan tak bisa memilikimu sepenuhnya”
“Ayah, kau akan terus bisa memilikiku. Memiliki cinta dan kasih sayangku. Karena takkan ada yang pernah berubah”

“Semua pasti akan berubah, Ayah akan menua dan kamu akan terus beranjak dewasa”
“Ayah, berapa pun umur yang aku kantongi aku selalu ingin melihat pelangi bersamamu, dan saat malam tiba aku akan tetap bertanya tentang bulan apa yang bersinar setiap malam”
"Kamu memang tak pernah berubah, putri kecil ayah yang selalu lebih kekanak-kanakan dari anak-anak. Putri kecil ayah yang harus selalu diingatkan untuk makan dan sering pulang telat”

“Karena aku memang putri kecil ayah yang nakal, aku berharap Ayah akan mengawalku untuk tumbuh dewasa dan bijak dalam berpikir dan bertindak”

“Memang, anak ayah ini masih sangat kecil. Jadi Ayah sepertinya belum rela untuk melepasmu mengarungi samudra kehidupan sendiri”

“Aku mohon, jangan tinggalkan aku. Karena aku tak bisa jauh darimu"

“Ayah pun tak bisa jauh darimu nak” Sambil mengusap keningku dan kulihat senyum sederhana ayah.

Ayah, keberadaanmu diruang hatiku takkan pernah tergantikan oleh siapapun. Kau akan tetap menjadi yang terbaik. Teruslah berjalan mendampingi ekspedisi kehidupanku. Aku akan pegang kunci filosofis kehidupan yang kau berikan untukku, yaitu ikhlas dan bersyukur.

http://diaryvyka.multiply.com/